Serang - Pengadilan Agama Serang mengikuti kegiatan Rapat Evaluasi Isbat Nikah Terpadu Tahun 2020 secara virtual melalui aplikasi Zoom Room Meeting, Rabu (24/02/2021).

Meski disiarkan secara virtual pelaksanaan rapat yang dihadiri oleh Sekda Kabupaten Serang,  Kepala DKBPPA Kab. Serang, Kepala Bappeda Kab. Serang, Kepala Dukcapil Kab. Serang,  Kepala Kandepag Kab. Serang serta Ketua Forum Camat Se-kabupaten Serang berlangsung lancar tanpa hambatan apapun.

Hadir sebagai pembicara WKPA Serang, Dra. Hj. Jubaedah, SH., MH mewakili Ketua PA Serang menyampaikan hal terkait Tatacara Pelaksanaan Isbat Nikah, meski sudah tahun keempat Pengadilan Agama Serang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Serang dalam pelaksanaan kegiatan isbat nikah terpadu, masih ditemui beberapa kendala.

" Dokumen calon peserta isbat nikah yang kurang lengkap, serta kurangnya koordinasi antara panitia pelaksana dengan calon peserta isbat nikah seringkali menghambat pelaksanaan persidangan" ungkap Jubaedah.

Secara garis besar para peserta rapat menyampaikan beberapa hal yang menjadi permasalahan saat pelaksanaan isbat nikah sebagai berikut: Belum optimalnya koordinasi tingkat Kecamatan ke Desa sampai kepada keluarga sasaran, lambannya pengumpulan data sasaran peserta isbat nikah, hingga calon peserta yang tidak hadir.

Tb. Entus Mahmud Sekda Kabupaten Serang mengungkapkan "Sepanjang pelaksanaan isbat nikah terpadu Kabupaten Serang tahun 2020, masih ada beberapa kecamatan yang belum memenuhi target 70 pasang, meskipun Pemkab Serang telah menganggarkan perkecamatan untuk mengikutsertakan 70 pasang peserta, hal ini karena belum adanya data yang akurat berapa jumlah warga yang sudah memiliki buku nikah dan yang belum memiliki buku nikah"

"Untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan isbat nikah terpadu pada tahun 2021,  semua instansi terkait harus berkoordinasi, harapan untuk memangkas jumlah pasangan suami istri yang belum memilki buku nikah serta memberikan perlindungan terhadap hak-hak

masing-masing pasangan karena perkawinan mereka telah mendapat pengakuan hukum tercapai" kata sekda. (kie)